PERHATIAN
Artikel ini dibuat bukan untuk pemula. Pemrograman ulang mpeg DVD dapat menyebabkan rusaknya MPEG dvd, semua resiko ditanggung sendiri.
PENDAHULUAN
MT1389 adalah chip prosesor dvd decoder yang banyak digunakan pada peralatan DVD player buatan Mediatek. Semua bagian controller dan decoder untuk peralatan player DVD sudah masuk didalamnya, antara lain : CPU yang berbasis 8031/2 (51 assember language), RISC interface, servo controller, Audio DSP, MPEG4, MPEG1/2, JPEG decoder, USB controller, RS-232 controller, Output DAC, General Purpose IO (GPIO) dan lain-lain. Dengan sistem yang all-in one tersebut, memungkinkan untuk membuat sebuah decoder/player DVD dalam ukuran yang mini dan hanya dengan single chip controller.
MPEG board yang menggunakan chip tersebut banyak sekali ditemukan dipasaran dan tentunya banyak dipakai pada merk-merk terkenal maupun tidak karena nilai ekonomisnya.
Sebelum melangkah lebih jauh, pernahkan pembaca mendengar atau mungkin pernah bertanya :
1. Barangnya sama tetapi remot/tombol gak cocok?
2. Barangnya sama tetapi logo tidak sama?
3. Barangnya sama tetapi fasilitasnya berbeda, yang satu ada usb yang lain tidak?
Seperti sistem embed lainnya, untuk bisa bekerja dengan normal, prosesor ini perlu menggunakan memory ROM dan RAM eksternal. ROM dipakai untuk menempatkan program yang akan dijalankan oleh prosesor tersebut (mudahnya kalau pada PC = harddisknya), program yang tersimpan dalam ROM tersebut lazim/umumnya disebut FirmWare.
Cara memprogram mpeg DVD ada beberapa cara yaitu :
1. Menggunakan flash programmer eksternal, dengan melepaskan ic, diprogram, terus dipasang lagi dan dicoba.
2. Menggunakan playernya sendiri dengan CD yang berisi file ROM-nya (upgrade CD). Cara ini hanya bisa digunakan jika player dalam keadaan normal.
3. Dengan PC/komputer. Dipasaran sering dijumpai IC flash/ROM yang disolder langsung pada PCB, bagaimana cara programnya?
Untuk membatasi tema, penulis hanya mengulas cara memprogram MPEG DVD menggunakan PC/komputer menggunakan interface RS-232 (lazimnya disebut COM).
Selain MT1389 buatan Mediatek, ada chip-chip lain yang sejenis buatan Sunplus, Zoran, Samsung dan lain-lain. Prosesor-prosesor tersebut dapat diprogram ulang dengan PC. Tetapi penulis hanya akan mengulas MT1389 saja.
Dalam artikel ini, terdapat beberapa bagian yaitu :
Bagian I Pendahuluan,
Bagian II Peralatan yang Dibutuhkan,
Bagian III Pemrograman,
dan terakhir bagian IV Mengupas Firmware MT1389.....BERSAMBUNG
Selasa, 17 Agustus 2010
MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389 BAGIAN I
Label:
/kelebihan volts
TENTANG PROTEKSI PADA TV SHARP (TDA93xx) DAN KODE KEDIP
--TDA938x-IX3410 (wonder), TDA938x-IX3386 (universe)--
Prakata: Di beberapa daerah, dan beberapa bengkel tv, sasis ini merupakan momoknya bengkel tv (selain sasisnya tv sanyo, tentunya). Dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan berusaha mengurangi terjadinya aksi ganti mesin terhadap sasis ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan menjadikan berkah dunia akherat, Aaaaaaaamiin.
-------------------------------------------
PROTEK/SENSOR PADA TV SHARP
Seingat penulis, sejak dulu, produk-produk tv sharp dilengkapi dengan sistem proteksi. Jika ditemukan kejanggalan/ketidaknormalan, tv akan protek dengan sendirinya (untuk keamanan perangkat/user). Dan sekarang ini, hampir semua tv ber-merk juga menggunakan sistem proteksi. Tetapi jika dibandingkan dengan proteksi kepunyaan tv sharp, nggak ada tandingannya. Oleh sebab itu, penulis tidak heran jika tv sharp menjadi momok bagi bengkel tv.
Hampir semua bagian/blok tv sharp dilengkapi dengan sensor protek dengan jenis dan metode yang berbeda-beda, antara lain :
1. Sensor Tegangan : v heater, B+ 115V, B+ vertikal, 12/16V dan tegangan-tegangan lainnya. Proteksi tegangan terdiri dari OverVoltage dan NoVoltage. Komponen yang dipakai untuk sensor tegangan biasanya menggunakan dioda (zener/dioda biasa--1N4148).
2. Sensor Output/input blok: output vertikal (Vertical Guard), H sync, dll. TV akan protek jika tidak ada output/signal atau tegangan output dalam bentuk DC.
3. Sensor Sync: walaupun jarang, proteksi ini biasanya sudah masuk di dalam IC jungle/chroma.
4. X-ray protection: menyensor tegangan ABL, berfungsi guna menyensor tegangan HV (karena ABL adalah minusnya HV).
5. dan yang terbaru, proteksi data digital. Karena rangkaian didesain sekompak/seringkas mungkin (dijadikan dalam 1 chip), maka sistem proteksi juga dimasukkan ke dalam IC tersebut. IC-ic tersebut akan mengirimkan data ke IC-program jika sistem (dalam ic tersebut) ada yang tidak beres, kemudian ic program akan memproteksi/mematikan perangkat tv.
Prakata: Di beberapa daerah, dan beberapa bengkel tv, sasis ini merupakan momoknya bengkel tv (selain sasisnya tv sanyo, tentunya). Dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan berusaha mengurangi terjadinya aksi ganti mesin terhadap sasis ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan menjadikan berkah dunia akherat, Aaaaaaaamiin.
-------------------------------------------
PROTEK/SENSOR PADA TV SHARP
Seingat penulis, sejak dulu, produk-produk tv sharp dilengkapi dengan sistem proteksi. Jika ditemukan kejanggalan/ketidaknormalan, tv akan protek dengan sendirinya (untuk keamanan perangkat/user). Dan sekarang ini, hampir semua tv ber-merk juga menggunakan sistem proteksi. Tetapi jika dibandingkan dengan proteksi kepunyaan tv sharp, nggak ada tandingannya. Oleh sebab itu, penulis tidak heran jika tv sharp menjadi momok bagi bengkel tv.
Hampir semua bagian/blok tv sharp dilengkapi dengan sensor protek dengan jenis dan metode yang berbeda-beda, antara lain :
1. Sensor Tegangan : v heater, B+ 115V, B+ vertikal, 12/16V dan tegangan-tegangan lainnya. Proteksi tegangan terdiri dari OverVoltage dan NoVoltage. Komponen yang dipakai untuk sensor tegangan biasanya menggunakan dioda (zener/dioda biasa--1N4148).
2. Sensor Output/input blok: output vertikal (Vertical Guard), H sync, dll. TV akan protek jika tidak ada output/signal atau tegangan output dalam bentuk DC.
3. Sensor Sync: walaupun jarang, proteksi ini biasanya sudah masuk di dalam IC jungle/chroma.
4. X-ray protection: menyensor tegangan ABL, berfungsi guna menyensor tegangan HV (karena ABL adalah minusnya HV).
5. dan yang terbaru, proteksi data digital. Karena rangkaian didesain sekompak/seringkas mungkin (dijadikan dalam 1 chip), maka sistem proteksi juga dimasukkan ke dalam IC tersebut. IC-ic tersebut akan mengirimkan data ke IC-program jika sistem (dalam ic tersebut) ada yang tidak beres, kemudian ic program akan memproteksi/mematikan perangkat tv.
Tv SHARP Alexander Mati StanbyProteksi 2 : Q1136 detektor sinkronisasi video dari pin12 IC601 menuju ke pin50 IC 1102 (MN1528110TT).
GOLD SERRIES, MN1528111, AN5192K-A, LA7837
Proteksi : pin55 IC601, X-ray protector, normal 0V, R426 sensor vertikal output, Q451 (A1015) sensor tegangan 24V dan 12V.
SHARP
DUNTKE907WE, 21AXS250E2, IXC844WJZZ, JF0501-32636 (FA143W), WA305, LA78040N, LA42102, STR-W6553A, C6090, D1913
Proteksi 1 : Pin82 IC801, AC-detector (detektor 12V sekunder smps), nilai normal pulsa 3V+ atau 0V, default 3V+, D1002 (ZD12V), R1004 (100), R1003 (1K), D753
GOLD SERRIES, MN1528111, AN5192K-A, LA7837
Proteksi : pin55 IC601, X-ray protector, normal 0V, R426 sensor vertikal output, Q451 (A1015) sensor tegangan 24V dan 12V.
SHARP
DUNTKE907WE, 21AXS250E2, IXC844WJZZ, JF0501-32636 (FA143W), WA305, LA78040N, LA42102, STR-W6553A, C6090, D1913
Proteksi 1 : Pin82 IC801, AC-detector (detektor 12V sekunder smps), nilai normal pulsa 3V+ atau 0V, default 3V+, D1002 (ZD12V), R1004 (100), R1003 (1K), D753
Label:
/kelebihan volts
TV Servis Menu I AIWA Bongkar remot aslinya, tekan tombol kosong di atas tombol VolUp. AKARI Tekan Sleep di remot tahan >> tekan Menu di panel TV. AKIRA Tekan tombol AV di remote >> tekan Menu >> tekan QuickView >> tekan Mute. Pindah menu dengan Timer, mengubah nilai dengan VolUp/VolDown.
TV Servis Menu I AIWA Bongkar remot aslinya, tekan tombol kosong di atas tombol VolUp. AKARI Tekan Sleep di remot tahan >> tekan Menu di panel TV. AKIRA Tekan tombol AV di remote >> tekan Menu >> tekan QuickView >> tekan Mute. Pindah menu dengan Timer, mengubah nilai dengan VolUp/VolDown.
SKEMA ALTERNATIF PENGGANTI KRISTAL KERAMIK UNTUK SIF PADA TA8690AN
Pernahkah pembaca menemui tv yang menggunakan TA8690AN pada sistem SIF-nya (FM detector) menggunakan kristal keramik (ceramic resonator) 5.5Mc (2 kaki). Berdasarkan pengalaman penulis, banyak merk tv jadul yang menggunakan ic TA8690AN pada sistem detektor fm-nya menggunakan kristal tersebut (contoh: Akari dan Goldstar).
Jika ceramic resonator tersebut rusak (tidak bisa beresonansi), menyebabkan hilangnya suara pada TV bersangkutan (walaupun speaker, volume, av switch dan audio amplifier masih bagus). Di beberapa daerah, misalnya ditempat penulis, tidak ada toko yang menyediakan spare part tersebut. Alhasil, dengan sedikit modifikasi akhirnya bayaran juga.
Seperti halnya resonator, sebagai pengganti ceramic resonator tersebut dapat digunakan rangkaian resonansi paralel (LC). Penulis menggunakan trafo IF untuk tuner FM (bisa ditemukan di bekas tuner umumnya berwarna dasar oranye/jingga), kadang juga menggunakan trafo IF untuk detektor suara pada IF FM (warna biru).
Sebagai ilustrasi, penulis mengambil contoh skema tv Goldstar, detailnya sebelum dan sesudah modifikasi sebagai berikut :
Yang perlu diperhatikan adalah nilai C tambahan pada trafo IF yang dipakai (30 s/d 50pF) sedangkan C dalam trafo IF tidak dilepas (biarkan saja), kapasitor tambahan tersebut dimaksudkan untuk menurunkan frekuensi resonansi dari LC/trafo if, yang sebelumnya diset sekitar 10,7MHz menjadi sekitar 5,5 MHz. Tidak ketinggalan juga, body trafo IF harus dihubungkan kegron dengan sempurna. Setelah terpasang, taruh posisi volume di tengah-tengah, pilih channel TV, silahkan adjust IFT tersebut hingga didapatkan suara yang terbersih.
Anda bisa juga membuat rangkaian SIF eksternal menggunakan rangkaian IF FM yang ada di toko2 (biasanya pakai LA1260), caranya : ganti CF 10.7Mc dengan CF 5.5Mc, tambahkan C senilai 30 s/d 50pF pada lilitan IFT (diparalel), hubungkan input (CF5.5Mc) ke output video (VIF out) sebelum filter video (CF5.5Mc paralel dengan Lilitan), hubungkan output ke audio amplifier, terakhir, adjust IFT hingga ditemukan suara terbersih. Jika kesulitan masalah Volume, gunakan audio amplifier dengan AN5265 untuk audio amplifiernya (tersedia pin DC volume control pada ic tersebut).
Jika ceramic resonator tersebut rusak (tidak bisa beresonansi), menyebabkan hilangnya suara pada TV bersangkutan (walaupun speaker, volume, av switch dan audio amplifier masih bagus). Di beberapa daerah, misalnya ditempat penulis, tidak ada toko yang menyediakan spare part tersebut. Alhasil, dengan sedikit modifikasi akhirnya bayaran juga.
Seperti halnya resonator, sebagai pengganti ceramic resonator tersebut dapat digunakan rangkaian resonansi paralel (LC). Penulis menggunakan trafo IF untuk tuner FM (bisa ditemukan di bekas tuner umumnya berwarna dasar oranye/jingga), kadang juga menggunakan trafo IF untuk detektor suara pada IF FM (warna biru).
Sebagai ilustrasi, penulis mengambil contoh skema tv Goldstar, detailnya sebelum dan sesudah modifikasi sebagai berikut :
Yang perlu diperhatikan adalah nilai C tambahan pada trafo IF yang dipakai (30 s/d 50pF) sedangkan C dalam trafo IF tidak dilepas (biarkan saja), kapasitor tambahan tersebut dimaksudkan untuk menurunkan frekuensi resonansi dari LC/trafo if, yang sebelumnya diset sekitar 10,7MHz menjadi sekitar 5,5 MHz. Tidak ketinggalan juga, body trafo IF harus dihubungkan kegron dengan sempurna. Setelah terpasang, taruh posisi volume di tengah-tengah, pilih channel TV, silahkan adjust IFT tersebut hingga didapatkan suara yang terbersih.
Anda bisa juga membuat rangkaian SIF eksternal menggunakan rangkaian IF FM yang ada di toko2 (biasanya pakai LA1260), caranya : ganti CF 10.7Mc dengan CF 5.5Mc, tambahkan C senilai 30 s/d 50pF pada lilitan IFT (diparalel), hubungkan input (CF5.5Mc) ke output video (VIF out) sebelum filter video (CF5.5Mc paralel dengan Lilitan), hubungkan output ke audio amplifier, terakhir, adjust IFT hingga ditemukan suara terbersih. Jika kesulitan masalah Volume, gunakan audio amplifier dengan AN5265 untuk audio amplifiernya (tersedia pin DC volume control pada ic tersebut).
MENGHADAPI BEBERAPA PROBLEM PADA LAYAR CRT .
SHORT KATODA DENGAN FILAMENT/HEATER
Bila ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater ( ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.
Putuskan kedua jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29" maupun 20".
Bila ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater ( ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.
Putuskan kedua jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29" maupun 20".
Langganan:
Postingan (Atom)