Problem klasik POLYTRON MINIMAX series.
TV POLYTRON MINIMAX series mempunyai masalah klasik, yaitu kerusakan yang pertama kali terjadi sejak tv baru di operasikan / dibeli.
Mulai generasi minimax produsen polytron ( PT.Hartono istana electronic ) membuat rancangan power supply jenis baru dari yg sebelumnya menggunakan TR reg type: D1877/78 dengan rangkaian baru menggunakan trafo jenis baru dan transistor power reg. nya berjenis FET yaitu :FS5KM/FS 7UM / FS 10UM.
Masalah yg sering terjadi pada regulator jenis ini adalah : kalau boleh saya katakan "cacat produksi " karena pada komponen regulator untuk mensupply tegangan driver horisontalnya menggunakan kapasitas 10uF/63Volt.Padahal kalau kita lihat di mainboard nya, ukuran untuk kapasitor ini cetakan nomor komponen dan jarak kaki kapasitor tersebut seharusnya menggunakan kapasitas yg lebih besar lagi ( contoh pada type MINIMAX MX 1452 MG ) terlihat di kapasitor nomor : C 507 ( 10uF/63V).
Akibatnya kadang terjadi drop supply tegangan 50Volt untuk driver horisontal setelah melewati dua buah resistor 470 ohm/2watt ke tarfo driver horisontal.menyebabkan kondisi pesawat TV selalu dalam keadaan standby.
Inilah kerusakan yg sering terjadi dan pertamakali sebelum kerusakan yg lain.
Jika anda mendapatkan kasus seperti ini dimana kadang tv sangat sulit dinyalakan,meskipun pada kondisi tertentu bisa hidup,tapi lebih sulit menyala,maka ikuti tip's saya berikut ini.
Ganti kapasitor tersebut ( c507 pada seri MX1452MG) atau sangat mudah anda cari untuk type yg lain, yaitu elco yg terdekat dengan dua buah elco besar ( 1000 uF/50v) di depan regulator berkapasitas 10uF/63V, di ganti dengan elco 100uf/63V atau 100uF/100V.
Saya jamin tv dapat beroperasi secara normal...
Jumat, 27 Agustus 2010
LNBF c band dan ku band bisa kita modifikasi jadi lnbf combo
LNBF c band dan ku band bisa kita modifikasi jadi lnbf combo yang merupakan lnbf satu titik fokus, jadi utk 1 satelit yang punya 2 band sistem pemancar nya, sehingga kita tidak perlu utk memasang lnb ku band atau lnb c band terpisah atau offset, jadi lnbf combo ini bisa langsung di pasang di prime fokus langsung bisa menangkap ku band dan c band pada 1 satelit.
Adapun lnb yang saya gunakan untuk modifikasi ini terdiri dari lnbf c band merek yuri bekas dan lnbf ku band merek telesistem bekas astro/aora tv.
Cara modifikasi lnbf c band dan ku band :
Siapakan peralatan kerja yang di perlukan, antara lain bor dengan mata yg agak kecil, terus balpoin, kikir, lem besi. Pertama kita buka tutup lnbf ku band bekas astro terus kita letak kan di atas pas di bagian tengah lnbf c band yuri terus kita garis lingkaran piring lnb ku band, seterus nya mulai kita bor satu persatu sehingga lobang berbentuk lingkaran ( tapi ingat bor lah di bagian dalam lingkaran kira2 2 mm agak ke tengah, ini utk menghindari lobang nya bisa lebih besar dari piring lnb ku band ), setelah itu lepas bagian tengah nya utk kita haluskan bagian pinggir nya supaya bisa masuk piring lnbf ku band. Berikut nya posisi c band dan ku band utk polaritas nya haurs pas, yaitu kita haru memasang nya pada posisi besi yang melintang di dalam lnbf harus dalam posisi yang sama, selanjut nya baru kita pakai lem besi utk memperkuat sekaligus supaya tdk masuk air hujan
Adapun lnb yang saya gunakan untuk modifikasi ini terdiri dari lnbf c band merek yuri bekas dan lnbf ku band merek telesistem bekas astro/aora tv.
Cara modifikasi lnbf c band dan ku band :
Siapakan peralatan kerja yang di perlukan, antara lain bor dengan mata yg agak kecil, terus balpoin, kikir, lem besi. Pertama kita buka tutup lnbf ku band bekas astro terus kita letak kan di atas pas di bagian tengah lnbf c band yuri terus kita garis lingkaran piring lnb ku band, seterus nya mulai kita bor satu persatu sehingga lobang berbentuk lingkaran ( tapi ingat bor lah di bagian dalam lingkaran kira2 2 mm agak ke tengah, ini utk menghindari lobang nya bisa lebih besar dari piring lnb ku band ), setelah itu lepas bagian tengah nya utk kita haluskan bagian pinggir nya supaya bisa masuk piring lnbf ku band. Berikut nya posisi c band dan ku band utk polaritas nya haurs pas, yaitu kita haru memasang nya pada posisi besi yang melintang di dalam lnbf harus dalam posisi yang sama, selanjut nya baru kita pakai lem besi utk memperkuat sekaligus supaya tdk masuk air hujan
Minggu, 22 Agustus 2010
CROMA KELUARGA TAxxxx
---------------------------
TA 1201 CN
[ntsc color processor]
---------------------------
pin1 =R audio OUT
pin2 =L audio OUT
pin3 =RF AGC
pin4 =SIF TANK
pin5 =AGC FILTER
pin6 =GND-PIF
pin7 =PIF IN
pin8 =PIF IN
pin9 =VCC-PIF[9V]
pin10 =LOOP FILTER
pin11 =APC FILTER
pin12 =VCXO
pin13 =GND
pin14 =FAST BLANKING
pin15 =R IN
pin16 =G IN
pin17 =B IN
pin18 =VCC-D[3.3V]
pin19 =R OUT
pin20 =G OUT
pin21 =B OUT
pin22 =V OUT
pin23 =V NFB
pin24 =V RAMP
pin25 =V SEP FILTER
pin26 =VCC-H[9V]
pin27 =SCL
pin28 =SDA
pin29 =X-RAY
pin30 =FBP IN
pin31 =SYNC OUT
pin32 =H OUT
pin33 =H AFC
pin34 =32FH VCO
pin35 =GND-D
pin36 =ABL
pin37 =TV IN
pin38 =ACL
pin39 =ext VIDEO
pin40 =BLANK DET
pin41 =AV SW OUT
pin42 =DC REST
pin43 =Y IN
pin44 =AFT
pin45 =CHROMA IN
pin46 =VCC
pin47 =TV DET OUT
pin48 =VCC-SIF[9V]
pin49 =PIF TANK
pin50 =PIF TANK
pin51 =GND-SIF
pin52 =LIMIT IN
pin53 =AUDIO TV IN
pin54 =DE-EMPHASIS
pin55 =L AUDIO IN
pin56 =R AUDIO IN
(cuplikan dari skema tv aiwa)
TA1223AN
TA1223AN
-------------------------
pin1 =N.C
pin2 =A-OUT
pin3 =N.C
pin4 =B FIL
pin5 =V FIL
pin6 =A-GND
pin7 =N.C
pin8 =N.C
pin9 =VCC-RGB[9V]
pin10 =R-Y LIMIT
pin11 =APC FIL
pin12 =XTAL
pin13 =GND
pin14 =YS-IN
pin15 =R-IN
pin16 =G-IN
pin17 =B-IN
pin18 =VCC-D[3.3V]
pin19 =R-OUT
pin20 =G-OUT
pin21 =B-OUT
pin22 =V-OUT
pin23 =V-NFB
pin24 =V-RAMP
pin25 =V-SEPA
pin26 =H-VCC[9V]
pin27 =SCL
pin28 =SDA
pin29 =N.C
pin30 =EXT-IN
pin31 =N.C
pin32 =TV A-IN
pin33 =N.C
pin34 =PORT
pin35 =VPL
pin36 =Yr
pin37 =VCC-A[9V]
pin38 =VM
pin39 =VCC-V/C/D[9V]
pin40 =C-IN
pin41 =B.SP
pin42 =Y-IN
pin43 =DC-ADJ
pin44 =VID-OUT
pin45 =PICT
pin46 =V-EXT
pin47 =ACL
pin48 =V-TV
pin49 =ABL
pin50 =GND
pin51 =32fh
pin52 =AFC-FIL
pin53 =H-OUT
pin54 =SYNC-OUT
pin55 =FBP-IN
pin56 =vp-out
[toshiba skema]
TA 1201 CN
TA 1201 CN
[ntsc color processor]
---------------------------
pin1 =R audio OUT
pin2 =L audio OUT
pin3 =RF AGC
pin4 =SIF TANK
pin5 =AGC FILTER
pin6 =GND-PIF
pin7 =PIF IN
pin8 =PIF IN
pin9 =VCC-PIF[9V]
pin10 =LOOP FILTER
pin11 =APC FILTER
pin12 =VCXO
pin13 =GND
pin14 =FAST BLANKING
pin15 =R IN
pin16 =G IN
pin17 =B IN
pin18 =VCC-D[3.3V]
pin19 =R OUT
pin20 =G OUT
pin21 =B OUT
pin22 =V OUT
pin23 =V NFB
pin24 =V RAMP
pin25 =V SEP FILTER
pin26 =VCC-H[9V]
pin27 =SCL
pin28 =SDA
pin29 =X-RAY
pin30 =FBP IN
pin31 =SYNC OUT
pin32 =H OUT
pin33 =H AFC
pin34 =32FH VCO
pin35 =GND-D
pin36 =ABL
pin37 =TV IN
pin38 =ACL
pin39 =ext VIDEO
pin40 =BLANK DET
pin41 =AV SW OUT
pin42 =DC REST
pin43 =Y IN
pin44 =AFT
pin45 =CHROMA IN
pin46 =VCC
pin47 =TV DET OUT
pin48 =VCC-SIF[9V]
pin49 =PIF TANK
pin50 =PIF TANK
pin51 =GND-SIF
pin52 =LIMIT IN
pin53 =AUDIO TV IN
pin54 =DE-EMPHASIS
pin55 =L AUDIO IN
pin56 =R AUDIO IN
(cuplikan dari skema tv aiwa)
TA8690
pin1 =ATT IN (4.2V)
pin2 =SOUND NF IN (4.3V)
pin3 =DE-EMPHASIS (2.1V)
pin4 =SIF DET IN (3.3)
pin5 =SIF LIMITER OUT (4.1)
pin6 =AGC FILTER (5.3)
pin7 =AGC FILTER (5.3)
pin8 =GROUND (PIF/SIF)
pin9 =PIF INM (4.2)
pin10 =PIF IN (4.2)
pin11 =APC FILTER (4.6)
pin12 =FSC VCXO (5.2)
pin13 =VCC-V/C/D (9.0)
pin14 =FSC VCXO (6.6)
pin15 =CLAMP FILTER (3.0)
pin16 =R-Y OUT (5.4)
pin17 =B-Y OUT (5.4)
pin18 =G-Y OUT (5.4)
pin19 =Y OUT (4.8)
pin20 =XRAY PROTECT IN
pin21 =FBP IN (1.1)
pin22 =H OUT (2.2)
pin23 =AFC FILTER (7.3)
pin24 =32 Fh VCO (4.9)
pin25 =VCC H (9.0)
pin26 =R IN OSD (2.0)
pin27 =B IN OSD (2.0)
pin28 =G IN OSD (2.0)
pin29 =V SEPARATOR FILTER (6.0)
pin30 =V PULSE OUT (0.2)
pin31 =VIDEO IN (2.9)
pin32 =TINT (0.0)
pin33 =HI VIDEO IN (8.0)
pin34 =BRIGHTNESS (4.1)
pin35 =CHROMA IN (4.5)
pin36 =SYNC SEPARATOR IN (3.1)
pin37 =GROUND (V/C/D)
pin38 =DC DRIVE (6.2)
pin39 =CONTRASS (5.6)
pin40 =COLOR (4.0)
pin41 =DELAY SIGNAL IN (4.5)
pin42 =KILLER FILTER (5.6)
pin43 =PIF DET OUT (3.4)
pin44 =VCC-PIF/SIF (9.0)
pin45 =PIF TANK (6.6)
pin46 =PIF TANK (6.6)
pin47 =AFT TANK (3.0)
pin48 =AFT OUT (3.2)
pin49 =SIF IN (3.0)
pin50 =ATT CONTROL (0.7)
pin51 =RF AGC OUT (7.2)
pin52 =RF AGC DELAY (1.3)
pin53 =SOUND OUT (4.6)
pin54 =BRIGHT OSD (3.9
TA8718N
-------------------------
pin1 =VCC
pin2 =DL-IN[50/60]
pin3 =COLOR
pin4 =DL-OUT
pin5 =ACC
pin6 =GND
pin7 =CHROMA-IN
pin8 =KILLER-FILTER
pin9 =APC-FILTER
pin10 =VCO-IN
pin11 =V-OUT
pin12 =VCO-OUT
pin13 =V-RAMP
pin14 =V-NFB
pin15 =H-SHIFT
pin16 =SYNC-IN
pin17 =H-BLK
pin18 =AFC-FILTER
pin19 =32fh VCO
pin20 =H-OUT
pin21 =H-VCC
pin22 =R-OUT
pin23 =G-OUT
pin24 =B-OUT
pin25 =R-CLAMP
pin26 =G-CLAMP
pin27 =B-CLAMP
pin28 =BRIGHT
pin29 =Y-IN
pin30 =CONTRASS
[skema toshiba]
TA8750AN
pin1 =GROUND (0V)
pin2 =DL IN (4.2V)
pin3 =BIAS (4.2V)
pin4 =VCC1 (9V)
pin5 =PAL DL DRIVE (4.2V)
pin6 =DL DRIVE (5.8V)
pin7 =GOUND (0V)
pin8 =UNI COLOR (4.4V)
pin9 =COLOR (4.1V)
pin10 =SECAM IN (7.8V)
pin11 =VCC (9V)
pin12 =SECAM OUT/PAL ID IN (0.2V)
pin13 =ID FILTER (8.7V)
pin14 =ID COIL (3.8V)
pin15 =GATE SWITCH (7.6V)
pin16 =V BLK IN (0V)
pin17 =H BLK IN (1.1V)
pin18 =GATE PULSE FILTER (0.6V)
pin19 =B-Y OUT (5.8V)
pin20 =G-Y OUT (5.5V)
pin21 =R-Y OUT (5.7V)
pin22 =B IN (2V)
pin23 =G IN (2V)
pin24 =R IN (2V)
pin25 =R-Y CLAMP (6.2V)
pin26 =B-Y CLAMP (6.2V)
pin27 =VCC (9V)
pin28 =B-Y DE-EMPHASIS (4.4V)
pin29 =B-Y DE-MODULATOR (3V)
pin30 =B-Y LIMITER OUT (6.7V)
pin31 =PAL B-Y IN (6V)
pin32 =GROUND (0V)
pin33 =PAL R-Y IN (6V)
pin34 =R-Y DE-EMPHASIS (4.1V)
pin35 =R-Y DE-MODULATOR (3V)
pin36 =R-Y LIMITER OUT (6.7V)
TA 8759 BN
(y/c/sync/deflct
signal processor)
pin1 =SR DE-EMP
pin2 =R-Y OUT
pin3 =SR DE-EMP
pin4 =SB DET
pin5 =SB DET
pin6 =VCC[12V]
pin7 =COLOR
pin8 =SR DET
pin9 =SR DET
pin10 =SW1
pin11 =SW2
pin12 =DL IN
pin13 =DC
pin14 =DL OUT
pin15 =TINT
pin16 =ACC FILTER
pin17 =DC feedbeck
pin18 =SECAM IN
pin19 =GND-C
pin20 =P/N IN
pin21 =SW3
pin22 =P IDENT
pin23 =S IDENT
pin24 =S REF
pin25 =APC FILTER
pin26 =3.58MHZ IN
pin27 =N IDENT
pin28 =4.43MHZ IN
pin29 =VERT OUT
pin30 =VCO OUT
pin31 =V RAMP
pin32 =V NF
pin33 =SYNC SEP
pin34 =GP TC
pin35 =H BLK
pin36 =AFC
pin37 =H OSC
pin38 =AFC
pin39 =H OUT
pin40 =VCC-H[9.1V]
pin41 =R
pin42 =G
pin43 =B
pin44 =R clamp
pin45 =G clamp
pin46 =B clamp
pin47 =R TX
pin48 =BRT
pin49 =G TX
pin50 =GND-V/D
pin51 =B TX
pin52 =X-RAY
pin53 =TV/TX SW
pin54 =HALF TONE
pin55 =SHARP
pin56 =PICT IN
pin57 =Y clamp
pin58 =Y IN
pin59 =CONT-CONT
pin60 =R-Y IN
pin61 =VCC[12V]
pin62 =B-Y IN
pin63 =VCC[12V]
pin64 =B-Y OUT
[sumber data dari skema tv AIWA]
TA 8808 BN
pin1 =N.C
pin2 =R-Y OUT[8.2v]
pin3 =N.C
pin4 =N.C
pin5 =N.C
pin6 =VCC-CHROMA[12.3v]
pin7 =COLOR control[3.4v]
pin8 =N.C
pin9 =N.C
pin10 =SW1
pin11 =SW2[5.2v]
pin12 =D/L-IN[5.3v]
pin13 =BIAS[5.3v]
pin14 =D/L-OUT[7.9v]
pin15 =TINT control
pin16 =ACC-FILTER[5.8v]
pin17 =DC-FEEDBACK[3.5v]
pin18 =50/60HZ
pin19 =GND-CHROMA
pin20 =PAL/NTSC-IN[6v]
pin21 =SW3
pin22 =PAL-IDENT[11.7v]
pin23 =N.C
pin24 =N.C
pin25 =APC-FILTER[4.9v]
pin26 =XTAL 3.58MHZ
pin27 =NTSC-IDENT[11.3v]
pin28 =XTAL 4.43MHZ[3.4v]
pin29 =VERT-DRIVE[1.2v]
pin30 =VCXO[8.8v]
pin31 =VERT-RAMP[6v]
pin32 =VERT-NFB[6v]
pin33 =SYNC SEP-IN[6.9v]
pin34 =FILTER GATE PULSE[2.5v]
pin35 =H-BLK-IN[1.3v]
pin36 =AFC-FILTER[7.5v]
pin37 =VCO
pin38 =H-AFC[6.7v]
pin39 =H-OUT[2v]
pin40 =VCC-H[8.9v]
pin41 =R-OUT[4.8v]
pin42 =G-OUT[4.7v]
pin43 =B-OUT[4.6v]
pin44 =R CLAMP[5.1v]
pin45 =G CLAMP[5.1v]
pin46 =B CLAMP[5.1v]
pin47 =EXT.R-IN[7.3v]
pin48 =BRIGHT control[3.8v]
pin49 =EXT.G-IN[7.3v]
pin50 =GND-V/D
pin51 =EXT.B-IN[7.4v]
pin52 =X-RAY[0v]
pin53 =TV-EXT.SW[0v]
pin54 =HALFTONE[0v]
pin55 =PICTURE[6v]
pin56 =DIFF-IN[0v]
pin57 =CLAMP[6v]
pin58 =VIDEO-IN[4.9v]
pin59 =CONTRASS control[3.9v]
pin60 =R-Y IN[6.2v]
pin61 =VCC-VIDEO/DEF[12.3v]
pin62 =B-Y IN[6.2v]
pin63 =VCC-RGB[12.3v]
pin64 =B-Y OUT[8.2v]
[tv goldstar jadul]
TA 1201 CN
[ntsc color processor]
---------------------------
pin1 =R audio OUT
pin2 =L audio OUT
pin3 =RF AGC
pin4 =SIF TANK
pin5 =AGC FILTER
pin6 =GND-PIF
pin7 =PIF IN
pin8 =PIF IN
pin9 =VCC-PIF[9V]
pin10 =LOOP FILTER
pin11 =APC FILTER
pin12 =VCXO
pin13 =GND
pin14 =FAST BLANKING
pin15 =R IN
pin16 =G IN
pin17 =B IN
pin18 =VCC-D[3.3V]
pin19 =R OUT
pin20 =G OUT
pin21 =B OUT
pin22 =V OUT
pin23 =V NFB
pin24 =V RAMP
pin25 =V SEP FILTER
pin26 =VCC-H[9V]
pin27 =SCL
pin28 =SDA
pin29 =X-RAY
pin30 =FBP IN
pin31 =SYNC OUT
pin32 =H OUT
pin33 =H AFC
pin34 =32FH VCO
pin35 =GND-D
pin36 =ABL
pin37 =TV IN
pin38 =ACL
pin39 =ext VIDEO
pin40 =BLANK DET
pin41 =AV SW OUT
pin42 =DC REST
pin43 =Y IN
pin44 =AFT
pin45 =CHROMA IN
pin46 =VCC
pin47 =TV DET OUT
pin48 =VCC-SIF[9V]
pin49 =PIF TANK
pin50 =PIF TANK
pin51 =GND-SIF
pin52 =LIMIT IN
pin53 =AUDIO TV IN
pin54 =DE-EMPHASIS
pin55 =L AUDIO IN
pin56 =R AUDIO IN
(cuplikan dari skema tv aiwa)
TA1223AN
TA1223AN
-------------------------
pin1 =N.C
pin2 =A-OUT
pin3 =N.C
pin4 =B FIL
pin5 =V FIL
pin6 =A-GND
pin7 =N.C
pin8 =N.C
pin9 =VCC-RGB[9V]
pin10 =R-Y LIMIT
pin11 =APC FIL
pin12 =XTAL
pin13 =GND
pin14 =YS-IN
pin15 =R-IN
pin16 =G-IN
pin17 =B-IN
pin18 =VCC-D[3.3V]
pin19 =R-OUT
pin20 =G-OUT
pin21 =B-OUT
pin22 =V-OUT
pin23 =V-NFB
pin24 =V-RAMP
pin25 =V-SEPA
pin26 =H-VCC[9V]
pin27 =SCL
pin28 =SDA
pin29 =N.C
pin30 =EXT-IN
pin31 =N.C
pin32 =TV A-IN
pin33 =N.C
pin34 =PORT
pin35 =VPL
pin36 =Yr
pin37 =VCC-A[9V]
pin38 =VM
pin39 =VCC-V/C/D[9V]
pin40 =C-IN
pin41 =B.SP
pin42 =Y-IN
pin43 =DC-ADJ
pin44 =VID-OUT
pin45 =PICT
pin46 =V-EXT
pin47 =ACL
pin48 =V-TV
pin49 =ABL
pin50 =GND
pin51 =32fh
pin52 =AFC-FIL
pin53 =H-OUT
pin54 =SYNC-OUT
pin55 =FBP-IN
pin56 =vp-out
[toshiba skema]
TA 1201 CN
TA 1201 CN
[ntsc color processor]
---------------------------
pin1 =R audio OUT
pin2 =L audio OUT
pin3 =RF AGC
pin4 =SIF TANK
pin5 =AGC FILTER
pin6 =GND-PIF
pin7 =PIF IN
pin8 =PIF IN
pin9 =VCC-PIF[9V]
pin10 =LOOP FILTER
pin11 =APC FILTER
pin12 =VCXO
pin13 =GND
pin14 =FAST BLANKING
pin15 =R IN
pin16 =G IN
pin17 =B IN
pin18 =VCC-D[3.3V]
pin19 =R OUT
pin20 =G OUT
pin21 =B OUT
pin22 =V OUT
pin23 =V NFB
pin24 =V RAMP
pin25 =V SEP FILTER
pin26 =VCC-H[9V]
pin27 =SCL
pin28 =SDA
pin29 =X-RAY
pin30 =FBP IN
pin31 =SYNC OUT
pin32 =H OUT
pin33 =H AFC
pin34 =32FH VCO
pin35 =GND-D
pin36 =ABL
pin37 =TV IN
pin38 =ACL
pin39 =ext VIDEO
pin40 =BLANK DET
pin41 =AV SW OUT
pin42 =DC REST
pin43 =Y IN
pin44 =AFT
pin45 =CHROMA IN
pin46 =VCC
pin47 =TV DET OUT
pin48 =VCC-SIF[9V]
pin49 =PIF TANK
pin50 =PIF TANK
pin51 =GND-SIF
pin52 =LIMIT IN
pin53 =AUDIO TV IN
pin54 =DE-EMPHASIS
pin55 =L AUDIO IN
pin56 =R AUDIO IN
(cuplikan dari skema tv aiwa)
TA8690
pin1 =ATT IN (4.2V)
pin2 =SOUND NF IN (4.3V)
pin3 =DE-EMPHASIS (2.1V)
pin4 =SIF DET IN (3.3)
pin5 =SIF LIMITER OUT (4.1)
pin6 =AGC FILTER (5.3)
pin7 =AGC FILTER (5.3)
pin8 =GROUND (PIF/SIF)
pin9 =PIF INM (4.2)
pin10 =PIF IN (4.2)
pin11 =APC FILTER (4.6)
pin12 =FSC VCXO (5.2)
pin13 =VCC-V/C/D (9.0)
pin14 =FSC VCXO (6.6)
pin15 =CLAMP FILTER (3.0)
pin16 =R-Y OUT (5.4)
pin17 =B-Y OUT (5.4)
pin18 =G-Y OUT (5.4)
pin19 =Y OUT (4.8)
pin20 =XRAY PROTECT IN
pin21 =FBP IN (1.1)
pin22 =H OUT (2.2)
pin23 =AFC FILTER (7.3)
pin24 =32 Fh VCO (4.9)
pin25 =VCC H (9.0)
pin26 =R IN OSD (2.0)
pin27 =B IN OSD (2.0)
pin28 =G IN OSD (2.0)
pin29 =V SEPARATOR FILTER (6.0)
pin30 =V PULSE OUT (0.2)
pin31 =VIDEO IN (2.9)
pin32 =TINT (0.0)
pin33 =HI VIDEO IN (8.0)
pin34 =BRIGHTNESS (4.1)
pin35 =CHROMA IN (4.5)
pin36 =SYNC SEPARATOR IN (3.1)
pin37 =GROUND (V/C/D)
pin38 =DC DRIVE (6.2)
pin39 =CONTRASS (5.6)
pin40 =COLOR (4.0)
pin41 =DELAY SIGNAL IN (4.5)
pin42 =KILLER FILTER (5.6)
pin43 =PIF DET OUT (3.4)
pin44 =VCC-PIF/SIF (9.0)
pin45 =PIF TANK (6.6)
pin46 =PIF TANK (6.6)
pin47 =AFT TANK (3.0)
pin48 =AFT OUT (3.2)
pin49 =SIF IN (3.0)
pin50 =ATT CONTROL (0.7)
pin51 =RF AGC OUT (7.2)
pin52 =RF AGC DELAY (1.3)
pin53 =SOUND OUT (4.6)
pin54 =BRIGHT OSD (3.9
TA8718N
-------------------------
pin1 =VCC
pin2 =DL-IN[50/60]
pin3 =COLOR
pin4 =DL-OUT
pin5 =ACC
pin6 =GND
pin7 =CHROMA-IN
pin8 =KILLER-FILTER
pin9 =APC-FILTER
pin10 =VCO-IN
pin11 =V-OUT
pin12 =VCO-OUT
pin13 =V-RAMP
pin14 =V-NFB
pin15 =H-SHIFT
pin16 =SYNC-IN
pin17 =H-BLK
pin18 =AFC-FILTER
pin19 =32fh VCO
pin20 =H-OUT
pin21 =H-VCC
pin22 =R-OUT
pin23 =G-OUT
pin24 =B-OUT
pin25 =R-CLAMP
pin26 =G-CLAMP
pin27 =B-CLAMP
pin28 =BRIGHT
pin29 =Y-IN
pin30 =CONTRASS
[skema toshiba]
TA8750AN
pin1 =GROUND (0V)
pin2 =DL IN (4.2V)
pin3 =BIAS (4.2V)
pin4 =VCC1 (9V)
pin5 =PAL DL DRIVE (4.2V)
pin6 =DL DRIVE (5.8V)
pin7 =GOUND (0V)
pin8 =UNI COLOR (4.4V)
pin9 =COLOR (4.1V)
pin10 =SECAM IN (7.8V)
pin11 =VCC (9V)
pin12 =SECAM OUT/PAL ID IN (0.2V)
pin13 =ID FILTER (8.7V)
pin14 =ID COIL (3.8V)
pin15 =GATE SWITCH (7.6V)
pin16 =V BLK IN (0V)
pin17 =H BLK IN (1.1V)
pin18 =GATE PULSE FILTER (0.6V)
pin19 =B-Y OUT (5.8V)
pin20 =G-Y OUT (5.5V)
pin21 =R-Y OUT (5.7V)
pin22 =B IN (2V)
pin23 =G IN (2V)
pin24 =R IN (2V)
pin25 =R-Y CLAMP (6.2V)
pin26 =B-Y CLAMP (6.2V)
pin27 =VCC (9V)
pin28 =B-Y DE-EMPHASIS (4.4V)
pin29 =B-Y DE-MODULATOR (3V)
pin30 =B-Y LIMITER OUT (6.7V)
pin31 =PAL B-Y IN (6V)
pin32 =GROUND (0V)
pin33 =PAL R-Y IN (6V)
pin34 =R-Y DE-EMPHASIS (4.1V)
pin35 =R-Y DE-MODULATOR (3V)
pin36 =R-Y LIMITER OUT (6.7V)
TA 8759 BN
(y/c/sync/deflct
signal processor)
pin1 =SR DE-EMP
pin2 =R-Y OUT
pin3 =SR DE-EMP
pin4 =SB DET
pin5 =SB DET
pin6 =VCC[12V]
pin7 =COLOR
pin8 =SR DET
pin9 =SR DET
pin10 =SW1
pin11 =SW2
pin12 =DL IN
pin13 =DC
pin14 =DL OUT
pin15 =TINT
pin16 =ACC FILTER
pin17 =DC feedbeck
pin18 =SECAM IN
pin19 =GND-C
pin20 =P/N IN
pin21 =SW3
pin22 =P IDENT
pin23 =S IDENT
pin24 =S REF
pin25 =APC FILTER
pin26 =3.58MHZ IN
pin27 =N IDENT
pin28 =4.43MHZ IN
pin29 =VERT OUT
pin30 =VCO OUT
pin31 =V RAMP
pin32 =V NF
pin33 =SYNC SEP
pin34 =GP TC
pin35 =H BLK
pin36 =AFC
pin37 =H OSC
pin38 =AFC
pin39 =H OUT
pin40 =VCC-H[9.1V]
pin41 =R
pin42 =G
pin43 =B
pin44 =R clamp
pin45 =G clamp
pin46 =B clamp
pin47 =R TX
pin48 =BRT
pin49 =G TX
pin50 =GND-V/D
pin51 =B TX
pin52 =X-RAY
pin53 =TV/TX SW
pin54 =HALF TONE
pin55 =SHARP
pin56 =PICT IN
pin57 =Y clamp
pin58 =Y IN
pin59 =CONT-CONT
pin60 =R-Y IN
pin61 =VCC[12V]
pin62 =B-Y IN
pin63 =VCC[12V]
pin64 =B-Y OUT
[sumber data dari skema tv AIWA]
TA 8808 BN
pin1 =N.C
pin2 =R-Y OUT[8.2v]
pin3 =N.C
pin4 =N.C
pin5 =N.C
pin6 =VCC-CHROMA[12.3v]
pin7 =COLOR control[3.4v]
pin8 =N.C
pin9 =N.C
pin10 =SW1
pin11 =SW2[5.2v]
pin12 =D/L-IN[5.3v]
pin13 =BIAS[5.3v]
pin14 =D/L-OUT[7.9v]
pin15 =TINT control
pin16 =ACC-FILTER[5.8v]
pin17 =DC-FEEDBACK[3.5v]
pin18 =50/60HZ
pin19 =GND-CHROMA
pin20 =PAL/NTSC-IN[6v]
pin21 =SW3
pin22 =PAL-IDENT[11.7v]
pin23 =N.C
pin24 =N.C
pin25 =APC-FILTER[4.9v]
pin26 =XTAL 3.58MHZ
pin27 =NTSC-IDENT[11.3v]
pin28 =XTAL 4.43MHZ[3.4v]
pin29 =VERT-DRIVE[1.2v]
pin30 =VCXO[8.8v]
pin31 =VERT-RAMP[6v]
pin32 =VERT-NFB[6v]
pin33 =SYNC SEP-IN[6.9v]
pin34 =FILTER GATE PULSE[2.5v]
pin35 =H-BLK-IN[1.3v]
pin36 =AFC-FILTER[7.5v]
pin37 =VCO
pin38 =H-AFC[6.7v]
pin39 =H-OUT[2v]
pin40 =VCC-H[8.9v]
pin41 =R-OUT[4.8v]
pin42 =G-OUT[4.7v]
pin43 =B-OUT[4.6v]
pin44 =R CLAMP[5.1v]
pin45 =G CLAMP[5.1v]
pin46 =B CLAMP[5.1v]
pin47 =EXT.R-IN[7.3v]
pin48 =BRIGHT control[3.8v]
pin49 =EXT.G-IN[7.3v]
pin50 =GND-V/D
pin51 =EXT.B-IN[7.4v]
pin52 =X-RAY[0v]
pin53 =TV-EXT.SW[0v]
pin54 =HALFTONE[0v]
pin55 =PICTURE[6v]
pin56 =DIFF-IN[0v]
pin57 =CLAMP[6v]
pin58 =VIDEO-IN[4.9v]
pin59 =CONTRASS control[3.9v]
pin60 =R-Y IN[6.2v]
pin61 =VCC-VIDEO/DEF[12.3v]
pin62 =B-Y IN[6.2v]
pin63 =VCC-RGB[12.3v]
pin64 =B-Y OUT[8.2v]
[tv goldstar jadul]
Sabtu, 21 Agustus 2010
TIPS CEPAT REPARASI TV SHARP
Setiap kali anda mendapat tv sharp untuk di reparasi.Pertama anda harus bersihkan dulu mainboardnya dengan sikat atau kuas yg dipotong sekitar 2cm,untuk melihat dan memastikan adanya titik solder yg tidak baik,karena titik solder yg kendur akan tergerak dan dapat anda lihat dengan jelas.Gunakan cairan thinner high gloss ( berkualitas bagus dan cepat kering ) untuk membersihkan kotor atau noda pada mainboard.
Setelah bersih,periksa semua titik solder di bagian : Vertikal-Regulator/power supply-Flyback.blok ini adalah yang paling sering terjadi kerusakan titik solder karena panas yang ditimbulkannya.terutama periksa solderan pada bagian kaki IC vertikal dan resistornya.Hati-hati dalam proses pengerjaan ,karena bagian ini sensitif,walaupun power sudah anda matikan masih tersisa tegangan pada elco suplly vertikal ( C:470uf/63v).
Ganti IC vertikal jika memang anda yakin rusak atau juga di tandai dengan berubahnya warna resistor vertikal.kerjakan dengan teliti.
Coba nyalakan pesawat TV dan perhatikan,jika masih tidak mau start secara normal ,ikuti langkah berikut ini:
Jika nyala led berwarna merah ke hijau dan berhenti menjadi kuning,kerusakan terjadi pada IC memory (24c04-24c16),ganti dengan yg baru.Setting kembali parameter di dalam servis menu.
Jika led berwarna merah terus mati,kerusakan terjadi pada IC utama ( TDA 938psxxx ) atau kehilangan tegangan 3.3volt pada regulator,cek bagian power supply.
Jika berwarna hijau atau merah berkedip-kedip,ada kesalahan dalam IC memory ( internal error ),anda dapat mereset ulang IC ini atau menggantinya ( tips mereset IC memory sharp akan di tampilkan pada tutorial khusus ).
Jika led berwarna hijau selama 5-10 detik dan kembali merah,ada kegagalan pada bagian horisontal,periksa flyback ( cabut dan ukur dengan multimeter skala 10k pada kaki ground dan kaki yg menuju kolektor TR.output horisontal,jika bergerak meskipun sedikit berarti flyback sudah short.Juga periksa tegangan 180V untuk blok RGB,biasa terjadi kerusakan pada resistor pembatasnya .
Jika led tidak menyala sama sekali ,periksa bagian input power supply,cek STR 6553/6554.ganti jika rusak dan jangan lupa periksa resistor pembatasnya (6.8/10watt).
Saya rasa cukup sekian sedikit pembahasan dari saya ,dan barangkali ada masukan atau tambahan dari anda ,silahkan comment untuk berbagi pengalaman dan saling membantu sesama.
Sampai berjumpa di tutorial berikutnya..terima kasih
Setelah bersih,periksa semua titik solder di bagian : Vertikal-Regulator/power supply-Flyback.blok ini adalah yang paling sering terjadi kerusakan titik solder karena panas yang ditimbulkannya.terutama periksa solderan pada bagian kaki IC vertikal dan resistornya.Hati-hati dalam proses pengerjaan ,karena bagian ini sensitif,walaupun power sudah anda matikan masih tersisa tegangan pada elco suplly vertikal ( C:470uf/63v).
Ganti IC vertikal jika memang anda yakin rusak atau juga di tandai dengan berubahnya warna resistor vertikal.kerjakan dengan teliti.
Coba nyalakan pesawat TV dan perhatikan,jika masih tidak mau start secara normal ,ikuti langkah berikut ini:
Jika nyala led berwarna merah ke hijau dan berhenti menjadi kuning,kerusakan terjadi pada IC memory (24c04-24c16),ganti dengan yg baru.Setting kembali parameter di dalam servis menu.
Jika led berwarna merah terus mati,kerusakan terjadi pada IC utama ( TDA 938psxxx ) atau kehilangan tegangan 3.3volt pada regulator,cek bagian power supply.
Jika berwarna hijau atau merah berkedip-kedip,ada kesalahan dalam IC memory ( internal error ),anda dapat mereset ulang IC ini atau menggantinya ( tips mereset IC memory sharp akan di tampilkan pada tutorial khusus ).
Jika led berwarna hijau selama 5-10 detik dan kembali merah,ada kegagalan pada bagian horisontal,periksa flyback ( cabut dan ukur dengan multimeter skala 10k pada kaki ground dan kaki yg menuju kolektor TR.output horisontal,jika bergerak meskipun sedikit berarti flyback sudah short.Juga periksa tegangan 180V untuk blok RGB,biasa terjadi kerusakan pada resistor pembatasnya .
Jika led tidak menyala sama sekali ,periksa bagian input power supply,cek STR 6553/6554.ganti jika rusak dan jangan lupa periksa resistor pembatasnya (6.8/10watt).
Saya rasa cukup sekian sedikit pembahasan dari saya ,dan barangkali ada masukan atau tambahan dari anda ,silahkan comment untuk berbagi pengalaman dan saling membantu sesama.
Sampai berjumpa di tutorial berikutnya..terima kasih
TDA935x-TDA936x-TDA938x SINGLE PROSSESER
PIN OUTPUT
---------------------------
PHILIPS UOC
TDA 9363PS/N2
TDA 9365PS/N2
TDA 9384PS/N2
TDA 9386PS/N2
---------------------------
TDA 9381PS/N2
---------------------------
TDA 9351PS/N2
---------------------------
TDA 9373
---------------------------
PHILIPS UOC
TDA 9363PS/N2
TDA 9365PS/N2
TDA 9384PS/N2
TDA 9386PS/N2
---------------------------
TDA 9381PS/N2
---------------------------
TDA 9351PS/N2
---------------------------
TDA 9373
Rabu, 18 Agustus 2010
persamaan ic tv
IX 3311 CE dan IX 3564 CE/...
AN5521 VERTICAL
DEFLECTIONFLYBACK PIN DESCRIPTION
CROMA KELUARGA TAxxxx
PAL/NTSC/SECAM TB SERIES
STV224XH-STV228XH/termasuk juga STV2286H,STV2248H
SDIP56
TDA8360>>TDA8361>>TDA8362
TV PANASONIC Led indikator kedip-kedip
tv Panasonic dengan kerusakan tv mau nyala dan keluar gambar sebentar kemudian mati standby dengan di sertai lampu LED indikator berkedip-kedip dari merah ke hijau terus merah lagi lalu hijau lagi begitu terus menerus.Tv ini bertype TC-2088MNB menggunakan aisy single type TDA9381PS/N2/2i 1338,aisy vertikal AN5539,transistor penguat horizontal D2499,STR W6654 dan FBT G4GAM3F2. Dalam hal ini tv bisa di katakan terprotek,bisa dari tegangan yang nggak stabil atau bisa juga karena settingan data yang berubah pada programnya,mau masuk service mode jelas nggak bisa karena tv baru nyala sebentar langsung mati lumpuhkan dulu pusat titik proteknya yaitu pin 36=EHT protect dari aisy singlenya dengan membuka dulu solderannya,kemudian tv saya coba nyalakan dan ternyata mau hidup dan nggak balik ke standby lagi,dan pin 36 pun saya solder kembali dan di lanjutkan dengan pencarian penyebab protek dengan menyisir titik-titik sensor yang lain. Saya buka solderan D520(sensor B+),masih tetep saja kondisinya,saya buka solderan R631 dan D403(sensor tegangan 185V dan ABL))masih sama juga,kemudian saya buka solderan D511(sensor heater)tv mau menyala dengan normal.rupanya sumber permasalahannya,setelah saya ukur diode tersebut ternyata sudah short,setelah pergantian pemain diode tersebut tv pun sudah nyala dengan normal
..................cbs...........
AN5521 VERTICAL
DEFLECTIONFLYBACK PIN DESCRIPTION
CROMA KELUARGA TAxxxx
PAL/NTSC/SECAM TB SERIES
STV224XH-STV228XH/termasuk juga STV2286H,STV2248H
SDIP56
TDA8360>>TDA8361>>TDA8362
TV PANASONIC Led indikator kedip-kedip
tv Panasonic dengan kerusakan tv mau nyala dan keluar gambar sebentar kemudian mati standby dengan di sertai lampu LED indikator berkedip-kedip dari merah ke hijau terus merah lagi lalu hijau lagi begitu terus menerus.Tv ini bertype TC-2088MNB menggunakan aisy single type TDA9381PS/N2/2i 1338,aisy vertikal AN5539,transistor penguat horizontal D2499,STR W6654 dan FBT G4GAM3F2. Dalam hal ini tv bisa di katakan terprotek,bisa dari tegangan yang nggak stabil atau bisa juga karena settingan data yang berubah pada programnya,mau masuk service mode jelas nggak bisa karena tv baru nyala sebentar langsung mati lumpuhkan dulu pusat titik proteknya yaitu pin 36=EHT protect dari aisy singlenya dengan membuka dulu solderannya,kemudian tv saya coba nyalakan dan ternyata mau hidup dan nggak balik ke standby lagi,dan pin 36 pun saya solder kembali dan di lanjutkan dengan pencarian penyebab protek dengan menyisir titik-titik sensor yang lain. Saya buka solderan D520(sensor B+),masih tetep saja kondisinya,saya buka solderan R631 dan D403(sensor tegangan 185V dan ABL))masih sama juga,kemudian saya buka solderan D511(sensor heater)tv mau menyala dengan normal.rupanya sumber permasalahannya,setelah saya ukur diode tersebut ternyata sudah short,setelah pergantian pemain diode tersebut tv pun sudah nyala dengan normal
..................cbs...........
jual dan pasang parabola..murah meriah
kami mennyediakan dan melayani parabola dg hrg yg terjangkau.
juga melayani jasa servis panggilan...
untuk yang berada di kawasan magelang dan ekitarnya..
barang baru maupun 2end semua bergaransi...dari yang lokal sampai
yang ratusan channal ...silahkan kontak person
ke 08562962102-081834185141...24jam
,..........cbs.........
juga melayani jasa servis panggilan...
untuk yang berada di kawasan magelang dan ekitarnya..
barang baru maupun 2end semua bergaransi...dari yang lokal sampai
yang ratusan channal ...silahkan kontak person
ke 08562962102-081834185141...24jam
,..........cbs.........
Selasa, 17 Agustus 2010
MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389 BAGIAN I
PERHATIAN
Artikel ini dibuat bukan untuk pemula. Pemrograman ulang mpeg DVD dapat menyebabkan rusaknya MPEG dvd, semua resiko ditanggung sendiri.
PENDAHULUAN
MT1389 adalah chip prosesor dvd decoder yang banyak digunakan pada peralatan DVD player buatan Mediatek. Semua bagian controller dan decoder untuk peralatan player DVD sudah masuk didalamnya, antara lain : CPU yang berbasis 8031/2 (51 assember language), RISC interface, servo controller, Audio DSP, MPEG4, MPEG1/2, JPEG decoder, USB controller, RS-232 controller, Output DAC, General Purpose IO (GPIO) dan lain-lain. Dengan sistem yang all-in one tersebut, memungkinkan untuk membuat sebuah decoder/player DVD dalam ukuran yang mini dan hanya dengan single chip controller.
MPEG board yang menggunakan chip tersebut banyak sekali ditemukan dipasaran dan tentunya banyak dipakai pada merk-merk terkenal maupun tidak karena nilai ekonomisnya.
Sebelum melangkah lebih jauh, pernahkan pembaca mendengar atau mungkin pernah bertanya :
1. Barangnya sama tetapi remot/tombol gak cocok?
2. Barangnya sama tetapi logo tidak sama?
3. Barangnya sama tetapi fasilitasnya berbeda, yang satu ada usb yang lain tidak?
Seperti sistem embed lainnya, untuk bisa bekerja dengan normal, prosesor ini perlu menggunakan memory ROM dan RAM eksternal. ROM dipakai untuk menempatkan program yang akan dijalankan oleh prosesor tersebut (mudahnya kalau pada PC = harddisknya), program yang tersimpan dalam ROM tersebut lazim/umumnya disebut FirmWare.
Cara memprogram mpeg DVD ada beberapa cara yaitu :
1. Menggunakan flash programmer eksternal, dengan melepaskan ic, diprogram, terus dipasang lagi dan dicoba.
2. Menggunakan playernya sendiri dengan CD yang berisi file ROM-nya (upgrade CD). Cara ini hanya bisa digunakan jika player dalam keadaan normal.
3. Dengan PC/komputer. Dipasaran sering dijumpai IC flash/ROM yang disolder langsung pada PCB, bagaimana cara programnya?
Untuk membatasi tema, penulis hanya mengulas cara memprogram MPEG DVD menggunakan PC/komputer menggunakan interface RS-232 (lazimnya disebut COM).
Selain MT1389 buatan Mediatek, ada chip-chip lain yang sejenis buatan Sunplus, Zoran, Samsung dan lain-lain. Prosesor-prosesor tersebut dapat diprogram ulang dengan PC. Tetapi penulis hanya akan mengulas MT1389 saja.
Dalam artikel ini, terdapat beberapa bagian yaitu :
Bagian I Pendahuluan,
Bagian II Peralatan yang Dibutuhkan,
Bagian III Pemrograman,
dan terakhir bagian IV Mengupas Firmware MT1389.....BERSAMBUNG
Artikel ini dibuat bukan untuk pemula. Pemrograman ulang mpeg DVD dapat menyebabkan rusaknya MPEG dvd, semua resiko ditanggung sendiri.
PENDAHULUAN
MT1389 adalah chip prosesor dvd decoder yang banyak digunakan pada peralatan DVD player buatan Mediatek. Semua bagian controller dan decoder untuk peralatan player DVD sudah masuk didalamnya, antara lain : CPU yang berbasis 8031/2 (51 assember language), RISC interface, servo controller, Audio DSP, MPEG4, MPEG1/2, JPEG decoder, USB controller, RS-232 controller, Output DAC, General Purpose IO (GPIO) dan lain-lain. Dengan sistem yang all-in one tersebut, memungkinkan untuk membuat sebuah decoder/player DVD dalam ukuran yang mini dan hanya dengan single chip controller.
MPEG board yang menggunakan chip tersebut banyak sekali ditemukan dipasaran dan tentunya banyak dipakai pada merk-merk terkenal maupun tidak karena nilai ekonomisnya.
Sebelum melangkah lebih jauh, pernahkan pembaca mendengar atau mungkin pernah bertanya :
1. Barangnya sama tetapi remot/tombol gak cocok?
2. Barangnya sama tetapi logo tidak sama?
3. Barangnya sama tetapi fasilitasnya berbeda, yang satu ada usb yang lain tidak?
Seperti sistem embed lainnya, untuk bisa bekerja dengan normal, prosesor ini perlu menggunakan memory ROM dan RAM eksternal. ROM dipakai untuk menempatkan program yang akan dijalankan oleh prosesor tersebut (mudahnya kalau pada PC = harddisknya), program yang tersimpan dalam ROM tersebut lazim/umumnya disebut FirmWare.
Cara memprogram mpeg DVD ada beberapa cara yaitu :
1. Menggunakan flash programmer eksternal, dengan melepaskan ic, diprogram, terus dipasang lagi dan dicoba.
2. Menggunakan playernya sendiri dengan CD yang berisi file ROM-nya (upgrade CD). Cara ini hanya bisa digunakan jika player dalam keadaan normal.
3. Dengan PC/komputer. Dipasaran sering dijumpai IC flash/ROM yang disolder langsung pada PCB, bagaimana cara programnya?
Untuk membatasi tema, penulis hanya mengulas cara memprogram MPEG DVD menggunakan PC/komputer menggunakan interface RS-232 (lazimnya disebut COM).
Selain MT1389 buatan Mediatek, ada chip-chip lain yang sejenis buatan Sunplus, Zoran, Samsung dan lain-lain. Prosesor-prosesor tersebut dapat diprogram ulang dengan PC. Tetapi penulis hanya akan mengulas MT1389 saja.
Dalam artikel ini, terdapat beberapa bagian yaitu :
Bagian I Pendahuluan,
Bagian II Peralatan yang Dibutuhkan,
Bagian III Pemrograman,
dan terakhir bagian IV Mengupas Firmware MT1389.....BERSAMBUNG
Label:
/kelebihan volts
TENTANG PROTEKSI PADA TV SHARP (TDA93xx) DAN KODE KEDIP
--TDA938x-IX3410 (wonder), TDA938x-IX3386 (universe)--
Prakata: Di beberapa daerah, dan beberapa bengkel tv, sasis ini merupakan momoknya bengkel tv (selain sasisnya tv sanyo, tentunya). Dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan berusaha mengurangi terjadinya aksi ganti mesin terhadap sasis ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan menjadikan berkah dunia akherat, Aaaaaaaamiin.
-------------------------------------------
PROTEK/SENSOR PADA TV SHARP
Seingat penulis, sejak dulu, produk-produk tv sharp dilengkapi dengan sistem proteksi. Jika ditemukan kejanggalan/ketidaknormalan, tv akan protek dengan sendirinya (untuk keamanan perangkat/user). Dan sekarang ini, hampir semua tv ber-merk juga menggunakan sistem proteksi. Tetapi jika dibandingkan dengan proteksi kepunyaan tv sharp, nggak ada tandingannya. Oleh sebab itu, penulis tidak heran jika tv sharp menjadi momok bagi bengkel tv.
Hampir semua bagian/blok tv sharp dilengkapi dengan sensor protek dengan jenis dan metode yang berbeda-beda, antara lain :
1. Sensor Tegangan : v heater, B+ 115V, B+ vertikal, 12/16V dan tegangan-tegangan lainnya. Proteksi tegangan terdiri dari OverVoltage dan NoVoltage. Komponen yang dipakai untuk sensor tegangan biasanya menggunakan dioda (zener/dioda biasa--1N4148).
2. Sensor Output/input blok: output vertikal (Vertical Guard), H sync, dll. TV akan protek jika tidak ada output/signal atau tegangan output dalam bentuk DC.
3. Sensor Sync: walaupun jarang, proteksi ini biasanya sudah masuk di dalam IC jungle/chroma.
4. X-ray protection: menyensor tegangan ABL, berfungsi guna menyensor tegangan HV (karena ABL adalah minusnya HV).
5. dan yang terbaru, proteksi data digital. Karena rangkaian didesain sekompak/seringkas mungkin (dijadikan dalam 1 chip), maka sistem proteksi juga dimasukkan ke dalam IC tersebut. IC-ic tersebut akan mengirimkan data ke IC-program jika sistem (dalam ic tersebut) ada yang tidak beres, kemudian ic program akan memproteksi/mematikan perangkat tv.
Prakata: Di beberapa daerah, dan beberapa bengkel tv, sasis ini merupakan momoknya bengkel tv (selain sasisnya tv sanyo, tentunya). Dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan berusaha mengurangi terjadinya aksi ganti mesin terhadap sasis ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan menjadikan berkah dunia akherat, Aaaaaaaamiin.
-------------------------------------------
PROTEK/SENSOR PADA TV SHARP
Seingat penulis, sejak dulu, produk-produk tv sharp dilengkapi dengan sistem proteksi. Jika ditemukan kejanggalan/ketidaknormalan, tv akan protek dengan sendirinya (untuk keamanan perangkat/user). Dan sekarang ini, hampir semua tv ber-merk juga menggunakan sistem proteksi. Tetapi jika dibandingkan dengan proteksi kepunyaan tv sharp, nggak ada tandingannya. Oleh sebab itu, penulis tidak heran jika tv sharp menjadi momok bagi bengkel tv.
Hampir semua bagian/blok tv sharp dilengkapi dengan sensor protek dengan jenis dan metode yang berbeda-beda, antara lain :
1. Sensor Tegangan : v heater, B+ 115V, B+ vertikal, 12/16V dan tegangan-tegangan lainnya. Proteksi tegangan terdiri dari OverVoltage dan NoVoltage. Komponen yang dipakai untuk sensor tegangan biasanya menggunakan dioda (zener/dioda biasa--1N4148).
2. Sensor Output/input blok: output vertikal (Vertical Guard), H sync, dll. TV akan protek jika tidak ada output/signal atau tegangan output dalam bentuk DC.
3. Sensor Sync: walaupun jarang, proteksi ini biasanya sudah masuk di dalam IC jungle/chroma.
4. X-ray protection: menyensor tegangan ABL, berfungsi guna menyensor tegangan HV (karena ABL adalah minusnya HV).
5. dan yang terbaru, proteksi data digital. Karena rangkaian didesain sekompak/seringkas mungkin (dijadikan dalam 1 chip), maka sistem proteksi juga dimasukkan ke dalam IC tersebut. IC-ic tersebut akan mengirimkan data ke IC-program jika sistem (dalam ic tersebut) ada yang tidak beres, kemudian ic program akan memproteksi/mematikan perangkat tv.
Tv SHARP Alexander Mati StanbyProteksi 2 : Q1136 detektor sinkronisasi video dari pin12 IC601 menuju ke pin50 IC 1102 (MN1528110TT).
GOLD SERRIES, MN1528111, AN5192K-A, LA7837
Proteksi : pin55 IC601, X-ray protector, normal 0V, R426 sensor vertikal output, Q451 (A1015) sensor tegangan 24V dan 12V.
SHARP
DUNTKE907WE, 21AXS250E2, IXC844WJZZ, JF0501-32636 (FA143W), WA305, LA78040N, LA42102, STR-W6553A, C6090, D1913
Proteksi 1 : Pin82 IC801, AC-detector (detektor 12V sekunder smps), nilai normal pulsa 3V+ atau 0V, default 3V+, D1002 (ZD12V), R1004 (100), R1003 (1K), D753
GOLD SERRIES, MN1528111, AN5192K-A, LA7837
Proteksi : pin55 IC601, X-ray protector, normal 0V, R426 sensor vertikal output, Q451 (A1015) sensor tegangan 24V dan 12V.
SHARP
DUNTKE907WE, 21AXS250E2, IXC844WJZZ, JF0501-32636 (FA143W), WA305, LA78040N, LA42102, STR-W6553A, C6090, D1913
Proteksi 1 : Pin82 IC801, AC-detector (detektor 12V sekunder smps), nilai normal pulsa 3V+ atau 0V, default 3V+, D1002 (ZD12V), R1004 (100), R1003 (1K), D753
Label:
/kelebihan volts
TV Servis Menu I AIWA Bongkar remot aslinya, tekan tombol kosong di atas tombol VolUp. AKARI Tekan Sleep di remot tahan >> tekan Menu di panel TV. AKIRA Tekan tombol AV di remote >> tekan Menu >> tekan QuickView >> tekan Mute. Pindah menu dengan Timer, mengubah nilai dengan VolUp/VolDown.
TV Servis Menu I AIWA Bongkar remot aslinya, tekan tombol kosong di atas tombol VolUp. AKARI Tekan Sleep di remot tahan >> tekan Menu di panel TV. AKIRA Tekan tombol AV di remote >> tekan Menu >> tekan QuickView >> tekan Mute. Pindah menu dengan Timer, mengubah nilai dengan VolUp/VolDown.
SKEMA ALTERNATIF PENGGANTI KRISTAL KERAMIK UNTUK SIF PADA TA8690AN
Pernahkah pembaca menemui tv yang menggunakan TA8690AN pada sistem SIF-nya (FM detector) menggunakan kristal keramik (ceramic resonator) 5.5Mc (2 kaki). Berdasarkan pengalaman penulis, banyak merk tv jadul yang menggunakan ic TA8690AN pada sistem detektor fm-nya menggunakan kristal tersebut (contoh: Akari dan Goldstar).
Jika ceramic resonator tersebut rusak (tidak bisa beresonansi), menyebabkan hilangnya suara pada TV bersangkutan (walaupun speaker, volume, av switch dan audio amplifier masih bagus). Di beberapa daerah, misalnya ditempat penulis, tidak ada toko yang menyediakan spare part tersebut. Alhasil, dengan sedikit modifikasi akhirnya bayaran juga.
Seperti halnya resonator, sebagai pengganti ceramic resonator tersebut dapat digunakan rangkaian resonansi paralel (LC). Penulis menggunakan trafo IF untuk tuner FM (bisa ditemukan di bekas tuner umumnya berwarna dasar oranye/jingga), kadang juga menggunakan trafo IF untuk detektor suara pada IF FM (warna biru).
Sebagai ilustrasi, penulis mengambil contoh skema tv Goldstar, detailnya sebelum dan sesudah modifikasi sebagai berikut :
Yang perlu diperhatikan adalah nilai C tambahan pada trafo IF yang dipakai (30 s/d 50pF) sedangkan C dalam trafo IF tidak dilepas (biarkan saja), kapasitor tambahan tersebut dimaksudkan untuk menurunkan frekuensi resonansi dari LC/trafo if, yang sebelumnya diset sekitar 10,7MHz menjadi sekitar 5,5 MHz. Tidak ketinggalan juga, body trafo IF harus dihubungkan kegron dengan sempurna. Setelah terpasang, taruh posisi volume di tengah-tengah, pilih channel TV, silahkan adjust IFT tersebut hingga didapatkan suara yang terbersih.
Anda bisa juga membuat rangkaian SIF eksternal menggunakan rangkaian IF FM yang ada di toko2 (biasanya pakai LA1260), caranya : ganti CF 10.7Mc dengan CF 5.5Mc, tambahkan C senilai 30 s/d 50pF pada lilitan IFT (diparalel), hubungkan input (CF5.5Mc) ke output video (VIF out) sebelum filter video (CF5.5Mc paralel dengan Lilitan), hubungkan output ke audio amplifier, terakhir, adjust IFT hingga ditemukan suara terbersih. Jika kesulitan masalah Volume, gunakan audio amplifier dengan AN5265 untuk audio amplifiernya (tersedia pin DC volume control pada ic tersebut).
Jika ceramic resonator tersebut rusak (tidak bisa beresonansi), menyebabkan hilangnya suara pada TV bersangkutan (walaupun speaker, volume, av switch dan audio amplifier masih bagus). Di beberapa daerah, misalnya ditempat penulis, tidak ada toko yang menyediakan spare part tersebut. Alhasil, dengan sedikit modifikasi akhirnya bayaran juga.
Seperti halnya resonator, sebagai pengganti ceramic resonator tersebut dapat digunakan rangkaian resonansi paralel (LC). Penulis menggunakan trafo IF untuk tuner FM (bisa ditemukan di bekas tuner umumnya berwarna dasar oranye/jingga), kadang juga menggunakan trafo IF untuk detektor suara pada IF FM (warna biru).
Sebagai ilustrasi, penulis mengambil contoh skema tv Goldstar, detailnya sebelum dan sesudah modifikasi sebagai berikut :
Yang perlu diperhatikan adalah nilai C tambahan pada trafo IF yang dipakai (30 s/d 50pF) sedangkan C dalam trafo IF tidak dilepas (biarkan saja), kapasitor tambahan tersebut dimaksudkan untuk menurunkan frekuensi resonansi dari LC/trafo if, yang sebelumnya diset sekitar 10,7MHz menjadi sekitar 5,5 MHz. Tidak ketinggalan juga, body trafo IF harus dihubungkan kegron dengan sempurna. Setelah terpasang, taruh posisi volume di tengah-tengah, pilih channel TV, silahkan adjust IFT tersebut hingga didapatkan suara yang terbersih.
Anda bisa juga membuat rangkaian SIF eksternal menggunakan rangkaian IF FM yang ada di toko2 (biasanya pakai LA1260), caranya : ganti CF 10.7Mc dengan CF 5.5Mc, tambahkan C senilai 30 s/d 50pF pada lilitan IFT (diparalel), hubungkan input (CF5.5Mc) ke output video (VIF out) sebelum filter video (CF5.5Mc paralel dengan Lilitan), hubungkan output ke audio amplifier, terakhir, adjust IFT hingga ditemukan suara terbersih. Jika kesulitan masalah Volume, gunakan audio amplifier dengan AN5265 untuk audio amplifiernya (tersedia pin DC volume control pada ic tersebut).
MENGHADAPI BEBERAPA PROBLEM PADA LAYAR CRT .
SHORT KATODA DENGAN FILAMENT/HEATER
Bila ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater ( ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.
Putuskan kedua jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29" maupun 20".
Bila ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater ( ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.
Putuskan kedua jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29" maupun 20".
Senin, 16 Agustus 2010
CARA PASANG PARABOLA
Berikut adalah material yang saya siapkan sebelum kegiatan ini dimulai :
C Band Low Noise Block Fedhorn (LNBF) yang fungsinya sebagai transverter dari input 3,4 – 4,2 GHz menj
adi output 0,95 – 1,75 GHz dengan bantuan Local Oscillator (LO) 5,15 GHz. Banyak orang menyebutnya sebagai Feedhorn atau LNB saja.
Kabel koaksial khusus 75 Ω penghubung dari LNBF ke Set-Top Box (STB) lengkap dengan jacknya.
Digital STB. Gunanya untuk menala sinyal keluaran LNBF, mendecode sinyal dan menghasilkan komponen audio + video yang siap diumpankan ke televisi. Saya menggunakan @Metabox I (http://www.metaware.co.kr) karena kualitas yang baik serta firmwarenya bisa diupdate dengan mudah. Di pasaran, banyak sekali STB ditawarkan, mulai dari kelas Free-to-Air Digital STB (menangkap siaran gratis seperti siaran televisi swasta nasional) sampai yang sanggup membuka Pay Television (siaran teracak, harus berlangganan misalnya siaran IndoVision).
Televisi yang memiliki RCA/AV Input (3 kabel: 1 video + 2 stereo audio). Bila Anda memiliki perangkat Home Theatre yang mendukung Dolby Prologic II, suara stereo yang diterima dapat dialihkan ke Home Theatre sehingga siaran yang dibuat dalam tata suara surround (biasanya film-film dengan label DTS, Dolby Surround atau THX) dapat disuarakan bak bioskop pribadi
Setelah semua disiapkan, Anda harus mencatat data berikut:
Satelit yang akan kita tala. Demi kemudahan, mari kita tala satelit AsiaSat 3S yang berlokasi di 0,0o S 105,5o E. Informasi posisi, transponder dan channel terkini ada di http://sattracker.mrtian.com/chart
Posisi parabola kita (gunakan GPS untuk mengetahuinya). Dalam hal ini QTH saya adalah di 6,12o S 106,5o E. Jika kita telaah, ternyata posisi saya hanya berbeda 6,12o S 1,0o E dengan satelit AsiaSat 3S sehingga nanti “pucuk” parabolanya kira-kira akan mendongak ke atas langit Jakarta.
Menyiapkan Parabola
Letakkan parabola di bidang (tempat terbuka) tidak ada halangan ke langit bebas serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, Anda bisa tuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.
Gambar 1: Menentukan datar tidaknya bidang peletakkan parabola
Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola (gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:
Gambar 2: Menggambar arah mata angin di piringan parabola
Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola (yaitu titik pertemuan garis vertikal horizontal tadi). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.
Gambar 3: Mengarahkan piringan ke arah mata angin. Sumbu S – N masih sedang diarahkan
Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, gunakan rumus berikut:
Gambar 4: Menentukan posisi tinggi bracket dari dasar antena
Pada badan LNBF ada angka-angka 0,42 sampai 0,30. Angka itu disebut f/D, didapat dengan membagi 45,9 cm / 115 cm = 0,40. Pasanglah LNBF tepat di posisi f/D 0,40
Gambar 5: Mengatur posisi f/D LNBF di 0,40
Pada kepala LNBF ada angka-angka -30o, 0o dan +30o. Angka itu mengatur arah polarisasi antena dalam LNBF. Aturlah garis 0o tepat ke arah W, yang berarti juga searah garis W pada piringan parabola. Tanpa mengubah posisi f/D, kencangkan mur pengunci pada posisi yang pas.
Gambar 6: Mengatur polarisasi antena dalam LNBF
Karena saya berada di 6,12o S, yaitu 6,12o di bawah garis katulistiwa maka saya harus mendongakkan piringan parabola sebanyak 6,12o di sumbu N agar posisi antena tepat mengarah ke atas katulistiwa. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 6,12o x 115 cm didapat 12 cm (ingatlah rumus trigonometri Sine, Cosine dan Tangent. Gunakan scientific calculator untuk memudahkan perhitungan). Yang kita lakukan ini disebut dengan mengatur “deklinasi”.
Gambar 7: Mengatur deklinasi
Karena saya berada di 106,5o E sementara satelit berada di 105,5o E berarti saya harus menurunkan posisi piringan sebesar 1,0o di sumbu W. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 1,0o x 115 cm didapat 2 cm. Yang kita lakukan ini adalah mengarahkan piringan parabola tepat pada orbit satelitnya. Karena hanya coba-coba, saya berikan beban tertentu ke sumbu W, diganjal di bawah sedemikian rupa sehingga piringan parabola turun tepat sebanyak 2 cm di sumbu W.
Gambar 8: Menyesuaikan piringan ke arah ke orbit satelit AsiaSat 3S
Gambar 9: Hasil akhir pemasangan parabola
Selesailah kita mengatur antena parabola. Kita akan mengatur STB. Karena pengaturan tiap merk STB berbeda-beda, gambar yang ditampilkan hanyalah sekadar acuan belaka. Pertama, masukkan konfigurasi antena pada STB, dan akhiri dengan mencari transponder serta channel yang disediakan pada satelit tersebut (otomatis ada pada STB masing-masing):
a. Satellite: AsiaSat 3S;
b. LNB Type: Standard (Frequency 5,150 MHz);
c. 22 KHz: Off;
d. Polarity: Auto.
Gambar 10: Mengatur konfigurasi antena
Jika Anda tidak dapat menemukan transponder atau channel — masukkan secara manual data salah satu TV, misalnya TV 5 ASIE:
a. Frequency: 3.670 GHz;
b. Polarity: HORIZONTAL (H);
c. Symbol Rate: 26,000 symbols/second;
d. FEC: 7/8;
e. Name: TV 5 ASIE;
f. Video PID: 1120;
g. Audio PID: 1121;
h. PCR PID: 1120.
Jika Anda menemukan beberapa channel TV secara otomatis melalui fasilitas
Search di STB — pilihlah satu channel misalnya TV 5 ASIE.
Gambar 11: Kekuatan sinyal yang diterima
Kemudian, aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi kedudukan piringan parabola. Pada gambar di atas, kekuatan sinyal yang semula hanya 20% setelah dikoreksi menjadi 73%, kualitas tetap 85% tetapi warnanya sudah hijau artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB yang saya miliki, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 80% dan bar persentase menunjukkan warna hijau (bisa berbeda di tiap STB).
Setelah sepuluh langkah ini selesai dilalui, kita bisa mengulang pencarian transponder serta channel lain agar seluruh siaran bisa ditangkap. Ada 55 siaran TV gratis + 26 siaran radio gratis yang saya bisa nikmati (di luar siaran teracak yang jumlahnya mendekati 100). Setelah itu siaplah kita menikmati siaran dari luar negeri melalui satelit AsiaSat 3S dengan kualitas video tanpa cacat serta suara stereo yang membahana.
Gambar 12: Beberapa channel yang bisa ditangkap. Gambar di sini kurang cerah karena kamera digital memfoto langsung layar televisi
Sangat puas bisa menemukan posisi satelit secara mandiri, biar pun sinyal yang diterima pas-pasan tetapi karena mencari dengan usaha sendiri, ada ilmu berharga yang bisa kita serap. Tantangan ke depannya adalah bagaimana mencari satelit untuk TVRO lainnya seperti Palapa C2, Panamsat 7 + 10, ST 1, Thaicom23, Apstar 2R, AsiaSat 2 serta Telkom 1. Mengganti C Band LNBF dengan antena receiver/transverter band amatir radio adalah hal yang mudah setelah Anda tahu posisi satelitnya berada di mana. Antena transmitter untuk komunikasi dua arah dengan satelit biasanya Yagi; tentunya mudah ditentukan arahnya dengan bantuan referensi posisi piringan parabola kita.
Catatan:
Pengaturan posisi piringan parabola ini hanya untuk menerima sinyal satelit Geostationer Earth Orbit (GEO) yang orbitnya di sekitar garis katulistiwa, bukan untuk satelit Low/Medium Earth Orbit (LEO/MEO) atau yang orbitnya tidak berada di garis katulistiwa.
Langganan:
Postingan (Atom)